Nukilan Hati..

Seorang wanita, anak, isteri dan ibu..

PENUNTUT ILMU



Jika berkesempatan, aku mengunjungi Perpustakaan Awam Temerloh. Berbekalkan kad pinjaman buku milik abah dan aku sendiri, aku dapat meminjam 4 buah buku untuk satu masa. Antara buku yang aku pinjam baru-baru ini:

1. Tuntutan Ulama Salaf dalam Menuntut Ilmu Syar’i – Sheikh Muhammad bin Soleh al-‘Utsaimin. (Judul asal: Kitaabul Ilmi)
2. Bimbingan Menuntut Ilmu – Sheikh Abdul Aziz bin Muhammad as-Sadhan. (Judul asal: Ma’alim fi Thariqi Thalab al-Ilmi)
3. Sirah Nabawiyah: Kajian Mendalam Manhaj Gerakan Islam pada Zaman Rasulullah Sollallah ‘Alaihi Wasallam – Dr. Muhammad Sa’id Ramadhan al-Buthy. (Judul asal: Fiqhus Sirah: Dirasat Minhajiah ‘Ilmiah li Siratil Mustafa ‘Alaihi Solatu Wa Salam)
4. Usul al-Hadith – Dr. Muhammad ‘Ajaj al-Khatib

Semua buku-buku tu edisi terjemahan dalam bahasa Indonesia kecuali buku Sirah Nabawiyah yang diterjemah dalam bahasa Malaysia. Antara faktor aku memilih buku-buku tersebut untuk dipinjam adalah untuk lebih memahami apa yang aku dah belajar sebelum ini. Contoh, Sirah dan Ulum Hadith.

Di kesempatan ini juga ingin dikongsikan beberapa isi kandungan dalam buku Bimbingan Menuntut Ilmu karangan Sheikh Abdul Aziz bin Muhammad as-Sadhan, antaranya:

10 PENGHALANG DALAM MENUNTUT ILMU:

- Keliru niat
- Ingin terkenal dan ingin tampil
- Lalai menghadiri majlis ilmu
- Beralasan dengan banyaknya urusan
- Mensia-siakan kesempatan belajar sewaktu kecil
- Enggan mencari ilmu
- Menilai baik diri sendiri
- Tidak mengamalkan ilmu
- Putus asa dan rendah diri
- Terbiasa menunda-nunda

CARA MEMANFAATKAN MAJLIS ILMU:

- Ikhlas
- Aktif menghadiri majlis ilmu
- Disiplin dan tidak terlambat menghadiri pengajian
- Mencari tahu pelajaran yang tertinggal
- Mencatat hal-hal yang perlu
- Sentiasa konsentrasi memperhatikan pelajaran
- Menghadiri kajian ilmu semaksima mungkin
- Jangan putus asa
- Tidak memotong perbicaraan Ustaz
- Sopan dalam bertanya kepada Ustaz
- Meneladani akhlak Ustaz

ANTARA PERKARA YANG MEMBANTU SESEORANG JUJUR DALAM MUHASABAH DIRI:

- Tulus berdoa kepada Allah Subhanahu wa Taala
- Berupaya untuk melepaskan gangguan dan kesibukan ketika bermuhasabah diri
- Menerima nasihat apabila orang yang memberi nasihat itu benar
- Meminta nasihat daripada ulama’ dan orang soleh.

ETIKA MENGHADAPI MURID

- Selalu memberikan nasihat dan bimbingan kepada mereka.
- Meluruskan kebengkokan mereka sesuai dengan kelalaian yang mereka lakukan.
- Selalu mengawasi keadaan mereka jika ia bisa melakukannya atau dengan menanyakan keadaan salah seorang mereka kepada temannya.
- Mengunjungi mereka di rumah. Ini memiliki pengaruh sangat besar dalam menjalin ikatan kasih sayang.
- Selalu berhati-hati dari segala hal yang bisa mengurangi wibawa atau bahkan menghilangkannya, seperti banyak bercanda atau berlebihan di dalamnya.
- Memenuhi keinginan mereka sesuai kemampuan.
- Berusaha keras mengunjungi salah seorang yang sakit dari mereka. Hal itu memiliki pengaruh besar secara medis dan kejiwaan.
- Yang paling penting adalah mendorong mereka dalam menuntut ilmu dan melakukannya secara terus-menerus, dengan membaca, menulis, mendengar atau hadir dalam majlis ilmu.

BAGAIMANA SEORANG PENUNTUT ILMU BERGAUL DI TENGAH MASYARAKAT:

- Hati yang baik
- Memenuhi keperluan orang lain
- Menepati janji
- Santun dan rendah diri
- Menjauhi segala hal yang merosak kehormatan peribadi
- Tawadhu’
- Gunakan bahasa yang mudah difahami
- Terbuka dan lapang dada terhadap orang lain
- Mengajar di saat tepat

39 NASIHAT UNTUK PENUNTUT ILMU:

- Ikhlas kerana Allah dalam menuntut ilmu
- Bacalah buku tentang ilmu dan etika menuntut ilmu
- Utamakan yanglebih penting dalam menuntut ilmu
- Hindari sikap sok tahu
- Memuji Allah ketika menyebut nama-Nya
- Mengucapkan selawat dan salam ketika menyebut nama nabi
- Mendoakan keredhaan ketika menyebut nama para sahabat
- Mendoakan kerahmatan ketika menyebut nama ulama’
- Cermat dan teliti dalam mengutip bahan rujukan
- Tidak menisbahkan Hadith pada selain Sahihain (Sahih Bukhari & Muslim), jika ia ada pada kitab itu
- Teliti dan cermat dalam mengutip
- Menghubungkan ungkapan kepada pemiliknya
- Jangan anggap kecil pelajaran sedikit pun
- Jangan menyembunyikan ilmu
- Hati-hati berdalil dengan hadith lemah dan palsu
- Jangan dhaifkan suatu hadith kecuali setelah meneliti dan bertanya
- Jangan mengabaikan pertanyaan orang
- Gunakan buku tulis untuk mencatat pelajaran dan pertanyaan
- Berusaha membaca pada setiap momentum
- Waspadai kesibukan dengan hal-hal mubah
- Jangan sibukkan diri dengan sesuatu yang kurang utama
- Kunjungilah perpustakaan dan bacalah semampunya
- Menengok koleksi pustaka peribadi
- Jangan samaratakan istilah keilmuan yang mirip (contoh: rumus antara kitab-kitab hadith)
- Bacalah penjelasan istilah para penulis, method penulisan, dan resensi buku
- Jangan tergesa-gesa memahami perkataan
- Perbanyaklah membaca buku fatwa
- Jangan cepat menampik sesuatu secara umum
- Jika meriwayatkan hadith secara makna, maka jelaskan
- Jangan gunakan ungkapan yang memuji diri sendiri
- Terimalah kritik dan nasihat dengan hati lapang
- Jangan pedulikan sedikitnya orang yang memperhatikan pelajaran
- Jangan sia-siakan waktu untuk membahas perkara yang tak bermanfaat
- Jangan menyibukkan diri dengan pembahasan yang keluar dari konteks
- Tidak berpindah-pindah buku ketika membaca
- Jangan berlebihan dalam memilih kata-kata
- Waspadai berbicara tanpa ilmu
- Jangan terpengaruh dengan hinaan yang bersifat peribadi
- Waspadai rasa bosan menuntut ilmu


WASPADAI VIRUS DENGKI

Ini salah satu bahaya yang menimpa seorang penuntut ilmu, yang menghilangkan berkah ilmu. Apabila hal ini menimpa seorang penuntut ilmu, maka akan rosak akhiratnya. Semakin ia tenggelam ke dalamnya, semakin besar pula bahay yang menimpanya. Dengki akan mengurangi pahala seseorang dalam mencari ilmu, memperlemah hafalannya dan mengurangi konsentrasinya dalam menghadiri dan memahami ilmu. Masyarakat tidak dapat terhindar daripada perkara ini. Tapi manusia bermacam-macam dalam menghadapinya, ada yang sedikit dan ada yang banyak.

Sifat hasad yang menimpa seorang penuntut ilmu, apalagi hasad itu terjadi antara mereka sendiri., akan merosak perjalanan mereka dalam mencari ilmu. Sifat dengki ini mempunyai beberapa sebab, namun ada ubatnya. Ketahuilah, bahawa jika hal ini tuuh dalam diri anda, maka janganlah meremehkan dan melalaikannya. Kerana ia seperti tanaman yang tumbuh setiap kali disiram. Akan bertambah parah, jika lalai dan tidak berusaha memotong habis dari diri anda.

Seorang yang hasad itu, jika mau merenung sejenak tentang apa yang terjadi padanya, niscaya akan melihat bahawa dirinya menentang ketentuan dan takdir Allah. Ketika Allah memberikan kepada hamba-Nya suatu kenikmatan, seorang pendengki itu, baik dengan sikapnya mahupun dengan ucapannya, menentang perbuatan Allah dalam memberikan nikmat kepada hamba-Nya.

8 TANDA DENGKI:

- Senang dengan kesalahan temannya
- Senang dengan ketidakhadiran temannya
- Senang dan merasa puas jika temannya dicela
- Memburukken temannya apabila ia ditanya tentangnya
- Hatiya terasa sakit dan dadanya terasa sempit, jika ada pertanyaan dilontarkan kepada orang lain, atau temannya ditanya padahai ia ada
- Tidak menghargai manfaat atau ilmu yang dimiliki temannya
- Mencuba menyalahkan perbicaraan temannya dan mengkritiknya apabila temannya menjawab
- Tidak menisbahkan keutamaan dan pelajaran yang ia dapatkan kepada yang menunjukkannya

6 UBAT DENGKI

- Mendoakan teman tanpa pengetahuaannya
- Berusaha mencintainya, menanyakan keadaan dan keluarganya
- Mengunjunginya dan mengakui keutamaannya
- Tidak rela dengan ketidakhadiran temannya, ejekan dan celaan yang diarahkan padanya
- Mendahulukannya daripada diri sendiri
- Meminta pendapat dan nasihat daripadanya

0 comments:

Post a Comment