RABBANI - MANA MILIK KITA
Mana milik kita
Tidak ada milik kita
Semua yang ada
Allah yang punya
Tidak ada kita punya
Kita hanya mengusahakan saja
Apa yang kita dapat
Allah sudah sediakannya
Kita Allah punya
Dunia ini ciptaan-Nya
Miliklah apa saja
Tidak terlepas dari ciptaan-Nya
Mana kita punya
Tidak ada kepunyaan kita
Kita hanya mengusahakan
Apa yang telah ada
Mengapa kita sombong
Memiliki Allah punya
Mengapa tidak malu
Kepada Allah yang empunya
Patut bersyukur kepada Allah
Yang memberi segalanya
Malulah kepada Allah
Kerana milik Ia punya
Janganlah berbangga
Apa yang ada pada kita
Kalau Allah tidak beri
Kita tidak punya apa-apa
Janganlah mengungkit
Mengungkit jasa kita
Jasa kita di sisi-Nya
Yang sebenarnya Allah punya
Marilah kita bersyukur
Bukan berbangga
Bersyukur kepada Allah
Bukan mengungkit jasa
Gunakanlah nikmat Allah itu
Untuk khidmat kepada-Nya
Selepas itu lupakan saja
Agar tidak mengungkit-ungkitnya
RABBANI - MUNAJAT
Tuhan
Kubisikkan kerinduan
Keinsafan
Pengharapan
Tuhan
Kusembahkan pengorbanan
Membuktikan kecintaan
Bisikanku untuk-Mu
Munajatku mohon restu
Semoga cintaku bukan palsu
Pada desiran penuh syahdu
Gelombang lautan rinduku
Tuhan
Kubisikkan kerinduan
Keinsafan
Pengharapan
Tuhan
Kusembahkan pengorbanan
Membuktikan kecintaan
Munajatku dalam syahdu
Merindui maghfirah-Mu
Mardhiah-Mu dalam restu
Harapan tulusnya hatiku
Kurindukan pimpinan-Mu
Keagungan-Mu dalam doaku
Kebesaran pada qudrat-Mu
Ia membina ruhaniku
Tuhan
Kubisikkan kerinduan
Keinsafan
Pengharapan
Tuhan
Kusembahkan pengorbanan
Membuktikan kecintaan
Ujian kepahitan
Di dalam perjuangan
Padanya ada kemanisan
Ketenangan dan kebahagiaan
Padanya syurga idaman
HIJJAZ - SEBELUM TERLENA
Sebelum mata terlena
Di buaian malam gelita
Tafakurku di pembaringan
Mengenangkan nasib diri
Yang kerdil lemah yang bersalut dosa
Mampukah ku mengharungi titian sirat nanti
Membawa dosa yang menggunung tinggi
Terkapai ku mencari limpahan hidayah Mu
Agar terlerai kesangsian hati ini
Sekadar air mata tak mampu membasuhi dosa ini
Sebelum mata terlena
Dengarlah rintihan hati ini
Tuhan beratnya dosa ku
Tak daya ku pikul sendiri
Hanyalah rahmat dan kasih sayang Mu
Yang dapat meringankan hulurkan maghfirah Mu
Andainya esok bukan milik ku lagi
Dan mata pun ku tak pasti akan terbuka lagi
Sebnelum berangkat ke daerah sana
Lepaskan beban ini
Yang mencengkam jiwa dan raga ku
Selimut diri ku
Dengan sutra kasih sayang Mu
Agar lena nanti ku mimpikan
Syurga yang indah abadi
Pabila ku terjaga
Dapat lagi ku rasai
Betapa harumnya
Wangian syurga firdausi oh Ilahi
Disepertiga malam
Sujud ku menghambakan diri
Akan ku teruskan pengabdian ku pada Mu
HIJJAZ - MUNAJAT SEORANG HAMBA
Dikala malam sunyi sepi
Bani insan tenggelam dalam mimpi
Musafir yang malangini pergi membasuh diri
Untuk mengadap mu oh tuhan
Lemah lutut ku berdiri
Di hadapan mu tangisanku keharuan
Hamba yang lemah serta hina
Engkau terima jua mendekati
Bersimpuh dibawah duli kebesaran-Mu
Tuhan hamba belum pasti
Bagaimana penerimaanmu
Dikala mendengar pengaduanku
Ku yakin kau tak mungkiri
Dalam wahyu yang Kau nuzulkan
Kau berjanji menerima pengaduanku
Dan Kau berjanji sudi mengampunkan ku
Dari segala dosa yangku lakukan
Ampunan mu tuhan
Lebih besar dari kesalahan insan
Hamba yakin pada keampunanmu tuhan
Bukan tidak redha dengan ujian
Cuma hendak mengadu pada mu
Tempat hamba kembali nanti di sana
HIJJAZ - RIMBUNAN KEAMPUNAN
Ku mengintai ketenangan di antara kekalutan
Kerana keinginan tidak pernah kesampaian
Ku kutip sisa-sisa dari segala keruntuhan
Bangkit semula meneruskan baki perjalanan
Ku menghimpun kekuatan ku memohon ketabahan
Meredah gelombang hidup dan dugaan mencabar
Ku anggap kegagalan bukan suatu kekalahan
Tapi suatu kejayaan yang masih tertunda
Ku minta diberikan sejenak kesempatan
Untuk ku ulangi kembali langkah pertama
Keperitan yang ku rasa mengajar erti kesabaran
Menyedarkan ku insan memerlukan Mu Oh Tuhan
Di rimbun keampunan ku mencari keredhaan
Melerai segala kusut dan kecamuk dihati
Ku cari kejernihan di segenap ruang maya
Masih ku sedar ku sedang diperhatikan Mu Oh Tuhan
HIJJAZ - TERIMALAH AKU
Terkedu aku pada sapaan memori lalu
Mula menerjah di ruang fikiranku
Bayangan dosa silam mengusik hati
Tanpa sempatku bendungi lagi
Sering tertanya adakah derita tiada hujungnya
Apakah airmata tiada ertinya
Mengapa harus aku terleka dan jua alpa
Bahwa dunia sementara Cuma
Sekian lama aku meniti bara-bara dunia
Mencari segenggam rahmat sinaran iman
Dalam tadahan doa jua amalan diri
Agar hidup matiku hanyalah untukMu
Terima kasih Tuhan yang Maha Pengasih
Di atas rahmat yang Kau limpahkan
Bagaimana harus aku untuk membalasnya
Tanda cintaku kepadaMu
Kau kekasih hati
Moga ku temui sinaran suci
Di sebalik onak duri tajam menikam
Biarpun luka masih berbisa
Darah mengalir pekat untuk selamanya
Akan ku capainya jua
Terimalah aku
Ku lemah tiada berdaya
Selaut kasihMu akan ku tadah
Biarpun diriku terasa hina
Engkau yang Maha Pengasih
Engkau yang Maha Penyayang
Hamba datang mohon pertolongan
Terimalah dari segala taubat
HIJJAZ - KE DALAM DIRI
Ku sandarkan lelah
Di sayap malam merebahkan minda
Membius keharuman dunia
Nan bersleirat di relung jiwa
Kucuba lelapkan semua indera
Namun tak berdaya
Sejuta keresahan melanda
Tak membenarkan sepicing lena
Diriku bak cericau
Terpenjara di sangkar dosa
Daun pintunya sentiasa terbuka
Melunak kebebasan
Ya Rabbal Izzati
Kembalikan aku ke dalam diriku semula
Agar sempat untuk bersuara
Lafaz taubat nasuha
Ku bimbang seandainya tiada lagi buatku
Suatu hari menjelma bernama esok
Kuragui seandainya tidak sempat untukku
Menghirupi bayu walau sehela Cuma
Kuhanyutkan sisa
Dengan tadahan tangan penuh luka
Mengharap keredupan pawana
Langit akhirat terbentang megah
0 comments:
Post a Comment